Artikel Pengantar
Apresiasi Seni Budaya Islam
Mata Kuliah Jurusan
Sejarah Kebudayaan Islam di UIN Ar-Raniry
disusun oleh Zulfitra AJ
PENGANTAR APRESIASI
SENI BUDAYA ISLAM
A.
APRESIASI
1.
Pengertian
Apresiasi
Apresiasi adalah
kegiatan menserap dan menangkap dengan berbagai panca indera, menanggapi,
menghayati sampai kepada menilai karya seni.
Secara umum, apresiasi karya seni berarti, mengerti sepenuhnya seluk
beluk suatu hasil karya seni serta menjadi sensitive terhadap nilai estetika.
2.
Langkah-langkah
Apresiasi
Dalam menganalisis dan
menanggapi suatu karya seni ada dua cara yaitu :
-
Penilaian Subjektif yaitu menilai bagus
tidaknya karya seni berdasarkan pertimbangan sendiri;
-
Penilaian Objektif yaitu menilai bagus
tidaknya karya seni atas dasar ukuran kenyataan dan objek itu sendiri.
Setiap karya seni memiliki cirri khas
dan keunikan tersendiri yang di sebut dengan karakteristik, karakteristik
tersebut terlihat dari :
-
Segi bentuk dan wujudnya;
-
Teknik yang digunakan;
-
Fungsi serta maknanya.
3.
Fungsi
Apresiasi
Fungsi apresiasi seni
yaitu memberikan penghargaan, penikmatan , penilaian terhadap karya seni
atau kesadaran terhadap hasil karya
seni. Penilaian fungsinya untuk mencari nilai-nilai seni, memahami isi dan
pesan srta mengadakan perbandingan-perbandingan sehingga mendapatkan
kesimpulan.
4.
Maksud
Apresiasi
Maksud dari apresiasi
karya seni adalah penikmatan terhadap karya seni, dengan adanya pengertian yang
baik.
5.
Tujuan
Apresiasi
Apresiasi mempunyai
tujuan untuk mendapatkan pengalaman
estetis yang didasari baik dari pengalaman proses si pencipta karya seni
(seniman) maupun pengamat, hingga sanggup menerima dan mencerna suatu karya seni
lebih terarah dan dapat mendeskrisikan, mengimplementasikan nilai-nilai yang
terkandung dalam suatu karya seni budaya realitas dimensi kehidupan sosial dari
karya seni tersebut, baik karya seni
murni atau seni pakai maupun seni-seni pertunjukan.
6. Pendekatan Dan Metode
Apresiasi dapat
dilakukan dengan berbagai metode atau Pendekatan, di antaranya sebagai berikut
:
a.
Pendekatan
Aplikatif
Apresiasi melalui
pendekatan aplikatif ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan berkarya
seni secara langsung. Apresiasi akan dengan sendirinya dikarenakan pertimbangan
dan penghayatan terhadap proses berkarya.
b.
Pendekatan
Kesejarahan
Melalui
pendekatan ini apresiasi ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah perkembangan
seni. Dan perlu penanaman rasa ingin tahu yang dimunculkan melalui berbgai
pertanyaan terhadap sumber guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
7. Aspek-Aspek Apresiasi
a.
Karya
-
Jenis,
berkaitan dengan klasifikasi umum atas karya
-
Fungsi,
berkaitan dengan kondisi diperuntukkan untuk apakah karya tersebut
-
Media,
berkaitan dengan bahan dan tehnik yang di tampilkan
-
Visual,
berkenaan dengan hal yang paling penting dalam mengapresiasi karya seni yaitu
unsu-unsur visual (bentuk) dan prinsip desain.
b.
Seniman
dan Latar Belakang
Aspek yang berkenaan dengan seniman dan latar
belakang disebut ekstraestetis, yaitu
sebuah hal yang berkenaan upaya pemahaman dan pengamatan apresiastor terhadap
hal-hal yang melatar belakangi munculnya karya seni seorang pencipta (seniman)
Þ Seniman Dan Karya Seni
Ø Pengertian Seniman
Seniman
adalah oarng yang menciptakan sebuah karya seni, akin tetapi predikat seniman
tari berbeda dengan penari atau pelaku seni. Seorang seniman harus mampu
mengekspresikan dan mewujudkan ide-idenya atau imajinasinya ke dalam mediumnya,
karena karya seni merupakan media komunikasi dengan penikmat
(apresiator/pengamat)
Ø Pengertian Karya Seni
Karya
seni
adalah hasil ciptaan manusia baik itu musik, tari, sastra dan sebagainya,
berupa seni murni dan terapan, puisi dan prosa, seni pertunjukan.
B.
KESENIAN
DALAM ISLAM
Þ Sejarah Singkat Kesenian Islam
Tahap
pertama, adalah periode awal pembentukannya, yaitu ketika
gagasan tentang seni islam mulai berkembang di negeri-negeri islam.
Tahap
kedua, dimulai pada abad ke-IX (sembilan) periode ditandai
ketika estetika islam terbentuk dan menjadi diterima secara luas dan tumbuh
untuk mendominasi budaya.
Tahap
ketiga, yaitu pada abad ke XVII (tujuh belas) dan
seterusnya adalah periode ketika estetika islam berhenti mengatur seni yang
dihasilkan di negeri-negeri muslim, seni ini berhenti untuk menaati estetika
islam sejati dan dizinkan untuk meningkatkan pengaruh Eropa.
Þ Seni Sebagai Ekpresi Agama
Dalam Islam, suatu
budaya berdasarkan kebiasaan yang sesuai dengan hukum-hukum agama yang
dijalankan, berbeda dengan kebudayaan agama selain islam mereka hanya
mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan tampa didasari dengan hukum-hukum agama. Oleh
karena itu seni (kebudayaan) dalam islam merupakan ekspresi Agama.
Þ Konsep Seni Menurut Perspektif
Islam
Jika dilihat dari
perspektif islam, seni merupakan bagian dari budaya islam, dan didalamnya
terkandung hasil-hasil nilai dan akhlak. Percapaian itu dibuat oleh seni islam
yang merupakan suatu tamadun islam, dimana bertujuan karena Allah SWT. Walaupun
demikian seni-seni islam juga mempunyai batasan-batasannya karena Allah juga
melarang kepada orang yang melampaui batas.
Þ Seni Islam Ekpresi Estetis
Al-Qur’an
1.
Al-Qur’an
sebagai penjelas Tauhid dan Transendensi
Karakteristik Ekspresi Estetis Tauhid
a. Abstraksi
b. Struktur
Modular
c. Kombinasi
Suksesif
d. Repetisi
e. Dinamis
f. Kerumitan
2.
Al-Qur’an
sebagai Model Seni
3.
Al-Qur’an
sebagai Ikononografi Artistik
Þ Prinsip-Prinsip Kesenian Islam
Prinsip-prinsip
kesenian Islam memiliki Karakteristik sebagai berikut ;
1. Mengangkat
martabat insan dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kemanusian dan
persekitaraan dan sejagat.
2. Mementingkan
persoalan akhlak dan kebenaran yang menyentuh aspek-aspek estetika,
kemanusiaan, moral dan lain-lain lagi.
3. Menghubungkan
keindahan sebagai nilai yang tergantung kepada keseluruhan kesahihan islam itu
sendiri.
4. Kesenian
islam terpancar daripada wahyu Allah.
5. Menghubungkan
manusia dengan Tuhan, alam sekitar dan sesame manusia dan juga makhluk.
Hukum dalam kesenian islam dapat
bervariasi dari mubah menjadi : Wajib, Sunat, Makruh, Haram, Tergantung seperti
apa bentuk dan model seni tersebut.
C.
BIDANG-BIDANG
KESENIAN ISLAM
1. Seni Khat
Seni Khat ialah suatu
ilmu yang pemperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, penyusunannya dan cara-cara
merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. Jenis-jenis seni Khat antara
lain :
-
Khat Khufi
-
Khat Thuluth
-
Khat Nasakh
-
Khat Farisi
-
Khat Riq’ah
-
Khat Diwani
-
Khat Diwani Jali
-
Khat Raihani
Þ Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni
menulis indah dengan merangkai huruf-huruf Arab atau ayat-ayat suci Al-Qur’an
sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Biasanya yang menjadi objek seni
kaligrafi adalah tokoh manusia, tumbuhan dan binatang.
2. Seni Sastra
Peninggalan karya
sastra bercorak Islam di Nusantara dapat dibagi ke dalam empat kelompok yaitu:
-
Hikayat
-
Babad
-
Syair
-
Suluk
3. Seni Binaan
Seni Binaan merupakan
suatu bidang seni untuk membangun bangunan. Seni binaan menapai tahap yang
mengagumkan.
4. Lukisan dan Arca (Ukiran)
Seni lukisan atau arca juga dikenali
sebagai seni halus.
5. Seni Musik
Jenis-jenis seni musik ;
-
Nazam atau Naban
-
Marhaban, Nasyid dan Qasidah
-
Dzikir
-
Hadrah
-
Beduan
-
Dzikir Barat
-
Ghazal
6. Seni Pertunjukan
-
Permainan Debus
-
Tari Seudati
-
Tari Saman
-
Tari Sema (sufi)
D.
ESTETIKA
MENURUT TOKOH ISLAM
1. Estetika Menurut Al-Farabi
Kesenangan dan
keindahan sangat erat terkai, dan bahwa oleh karena kesenangan Allah, seperti
kecentikan-Nya, berada diluar pemahaman kita.
2. Estetika Menurut Ibnu Sina
Dalam jiwa hewani,
cinta keindahan adalah murni alami, baik yang timbul dari naluri atau dari
kesenangan sederhana persepsi yang masuk akal. Dalam jiwa rasional, bagaimanapun, cinta keindahan lebih efektif,
akhirnya beristirahat di atas pengakuan kedekatan dari objek yang dicintai
kepada Allah, Sang Kekasih Pertama.
3. Estetika Menurut Raji Al-Faruqi
Merupakan seorang
intelektual muslim yang berasal dari Palestina. Dia merupakan seorang pegawai
pemerintah Palestina, yang ketika itu dibawah mandat Inggris, selama empat
tahun. Kemudian menjadi Gubernur Galilea, dan akhirnya pindah ke Amerika.
E.
APRESIASI
BUDAYA ISLAM
1. Definisi Budaya
Kebudayaan adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system idea tau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Wujud kebuyaan ada 3 yaitu :
Gagasan, Aktifitas, dan Artefak (karya).
2. Bentuk Kebudayaan Islam
-
Politik dan Pemerintahan
-
Sosial dan Ekonomi
-
Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
-
Seni
3. Peningkatan Sejarah bercorak Islam
Di Nusantara
-
Mesjid
-
Keraton
-
Batu Nisan
-
Kaligrafi
-
Seni Sastra
-
Seni Pertunjukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar